Sabtu, 26 Maret 2011

Hello, We Are The Whitest Boys Alive

Menyaksikan The Whitest Boys Alive seperti menyaksikan disebuah pub kecil, dengan interaksi kedua pihak dari penonton maupun dari pemusiknya, Erlend Øye benar-benar tahu gimana cara agar penonton tidak hanya datang untung melihat dan mendengarkan, tetapi juga membuat penonton melebur menjadi satu kesatuan dalam sebuah pertunjukan. Menyenangkan sekali melihat pertunjukan mereka, membuat kita lupa akan rutinitas penat selama 5 hari kerja. Ini adalah kunjungan mereka untuk kedua kalinya di Jakarta..














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar